Rawat Inap Hari Kelima

 

Aku merasakan kekacauan malam tadi, ada dua pasien masuk mengganggu tidurku. Dua duanya sudah kakek kakek, tepat disebelahku kakek yang kalem, nah sebelahnya lagi kakek yang gak mau diem, coba bayangkan jam 12 malam saat enak-enak tidur, kumendengar suara gaduh ternyata kakek yg gak mau diem itu turun ranjangnya dan jatoh, ada mas mas pasien juga sebelahku membopong dia akan mengangkat ke ranjangnya namun merasa kesusahan, akhirnya aku bantu dia menaikkan kakek tersebut keranjangnya kembali. Bukan hanya sekali, dia turun lagi dan akhirnya aku menyerah memanggil suster, biar diatasi oleh suster, otomatis tidurku terganggu dan tidak berkualitas dong, Dan itu membuat tensi darahku naik ketika pagi hari suster memeriksaku.


Kejadian lucu lagi, ketika jam makan pagi, mungkin aku menutup hordeng ku dengan rapat-rapat kali ya, jadi suster yang akan memberikanku obat pagi mungkin tidak melihat kalau aku juga pasien diruangan tersebut, sehingga aku tidak diberikan obat antivirus dll untuk diminum, tetangga tetanggaku sudah pada dapat semua, ketika aku sedang sarapan pagi, oh iya sarapan pagi ini adalah telur rebus sudah dikupas, bubur sumsum dengan kuah gula merah cair, setelah selesai sarapan suster datang dan memanggil namaku, memberikan obat pagi, benar saja, saya terlewat.

Hal tersebut terulang kembali saat jam makan siang, tetangga tetangga sudah mendapatkan makan siang, aku juga belum mendapatkannya, kudiam saja, benar saja ketika suster memberi obat siang memanggil nama ku dan memberikan obat, dia bertanya, "sudah makan pak? Obatnya diminum ya" kemudian aku menjawab "belum makan mbak, belum dikasih" hahaha suster langsung mengambil makanan saya di nurse room dan kembali keruanganku untuk menyuntikkan vitamin ke punggung tangan saya, karena sudah beberapa kali mendapat suntikan vitamin yang nyeri, jadi terbiasa ya, begitulah rasanya. Setelah itu ku lanjut makan siang dan meminum obatnya, oh iya menu makan siang hari ini adalah nasi putih, ikan goreng krispi disiram kuah asam manis, perkedel kentang, sop buncis macaroni dan jamur kuping serta sebatang pisang.

Aktivitas siang seperti hari sebelumnya tidur saja, setelah bangun solat ashar baru aku mendatangi istri untuk video call bareng anak yang ada dirumah bersama kakek neneknya. Kami mengobrol hingga datang suster perika tekanan darah dan lainnya, aku ingin balik ke kamar tapi suster bilang diperiksa disini saja gak papa pak, nama bapak siapa? Roni kujawab, pemeriksaan berlanjut hingga selesai dan menuju pasien lain di ruangan tersebut dan kami melanjutkan obrolan yang terpotong tadi. Sekitar jam 5 sore ketika itu datang lagi suster yang sama membawakan ke ruang istri saya kemudian susternya sudah hafal dengan wajahku yang sebelumnya di cek tekanan darah, sehingga dia memberikan makanan untuk ku diruang istri ku, "pak roni ya? Disini aja ya pak makanan nya" aku terima makannannya dan karena istriku lapar, ia langsung menyantapnya dengan lahap. Setelah selesai makan aku mengambil sedikit persediaan masker untuk nanti malam dan besok, karena masker saya sudah habis, setelah itu sambil menunggu magrib aku balik ke ruanganku.

Setelah solat magrib, aku segera makan makanan yang kaya istri saya enak, terdiri dari telur dadar, ayam bumbu cokelat, tahu 2 potong berbumbu cokelat juga, sayur buncis wortel dan jagung manis, serta sepotong buah melon, benar saja, lumayan enak masakan hari ini, kemudian suster pembawa obat datang menghampiriku dan memberikan suntikan antibiotik yang nyeri itu serta obat antivirus untuk diminum. Tak lama setelah itu istriku menghampiriku dan kembali bercerita, kali ini critanya beda, bukan kerjaan dia, teman-teman atau sahabat dia, melainkan pasien lain yang satu ruangan dengan dia, kami tertawa panjang lebar bukan membicarakan mereka, tetapi memaknai komunikasi pasien ibu dan anak itu dengan positif, hubungan yg baik sehingga tanpa ada jarak antara ibu dan anak, dengan tingkah mereka kami tertawa bahagia sebagai hiburan kami dimalam hari. Setelah panjang lebar bercerita istriku meninggalkan ku untuk solat isya dan tidur, sementara aku sikat gigi kumur betadine solat dan melanjutkan menulis blog ini.

Demikian cerita hari ini, sedikit menarik bagi saya dibanding hari sebelumnya, ada kesel nya juga malam-malam harus terbangun, namun, ya aku nikmatin aja karena ini adalah sebuah proses menuju hal yang kita inginkan, yaitu negatif dari korona, karena tadi pagi kami sudah di PCR dan hasilnya akan diberikan besok. Terimakasih telah membaca, sampai jumpa!