Potret Masa Lalu

@roniroeslan
Kaget, Tertawa, dan heran, rasa itulah yang muncul ketika saya menemukan file foto jaman ketika saya masih usia sekolah dasar. Foto ini membangkitkan memori saya ketika saya belajar disalah satu sekolah dasar di kampung saya yang terletak di daerah Jawa Timur. Tidak banyak berubah wajah saya yang tampak di foto tersebut. Namun saya melihat kembali kepolosan saya dan teman - teman seangkatan saya, dan entah mereka dimana berprofesi apa saat ini. Hal itulah yang selanjutnya pertanyaan dalam benak saya. Sambil memandang foto itu saya sambil mengingat - ngingat kembali nama - mana teman saya yang ada dalam foto tersebut. ingat wajah tapi tidak ingat nama, namun hanya ingat nama panggilan saja.

Banyak kisah yang terjadi ketika saya berada di bangku sekolah dasar tersebut. Bermain bergembira, belajar dan berprestasi, serta bertengkar satu sama lain karena faktor salah paham sering terjadi. Namanya juga anak-anak yang sedang menuju proses keremajaan, banyak hal yang baru yang belum mereka ketahui, mereka mencari tahu sendiri atas apa yang ingin dia ketahui, termasuk rasa suka terhadap lawan jenis. memang pada saat itu mulai timbul rasa suka terhadap lawan jenis, namun masih tersimpan karena malu untuk mengungkapkannya. Suatu saat saya bercerita/curhat bahasa jaman sekarang kepada salah seorang teman saya tentang rasa suka saya kepada seseorang, ternyata teman saya tersebut suka juga dengan gadis yang sama, alamak,..

Kegiatan diluar sekolahpun juga banyak yang kita ikuti, salah satunya adalah pencak silat. salah satu jenis bela diri tradisional ini juga saya ikuti ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, memang pada saat itu laki-laki berkesan wajib mengikutinya, kalau tidak ikut tidak cowok banget, sehingga saya dan beberapa teman saya ikut latihan bela diri tradisional tersebut. Ketika saya ikut suatu organisasi tersebut ternyata waktu itu suasana sedang genting tentang perbedaan organisasi pencak silat yang berbeda sehingga terbawa dan tercium oleh beberapa siswa yang berada satu sekolah dengan saya. sehingga konflik pun terjadi karena dengan alasan beda perguruan, dan itu saya alami sampai saya beranjak ke sekolah lanjutan pertama.

Lifestyle, Usia sekolah dasar memang rentan terhadap kebiasaan buruk yang sering terjadi di masyarakat, salah satunya adalah budaya merokok yang dilakukan oleh bapak-bapak di daerah tersebut, Secara diam-diam kita mencoba bagaimana rasanya enaknya merokok dengan sembunyi-sembunyi. Dengan uang jajan yang seadanya kita patungan untuk membeli sebatang rokok untuk kita hisap bersama-sama. Namun pada saat itu saya belum merasakan bagaimana enaknya merokok, sehingga hal tersebut saya lakukan karena ingin gaya dan bersosialisasi dengan teman yang lain.

Secara umum setiap orang pasti punya kenangan tersendiri terhadap apa yang sudah dilakukan. Termasuk saya punya kenangan tersendiri ketika saya menggunakan seragam warna merah dan putih tersebut. Dan karena seragam tersebut saya bisa menjadi seperti sekarang ini, itulah proses yang harus kita jalani, baik suka duka maupun yang lainnya. yang jelas saya bangga pernah punya sekolah, teman dan kenangan di daerah tersebut.