Rawat Inap Hari Keenam



Tidurku dibangunkan oleh tetangga sebelah yang memanggil manggil suster, entah apa yang dia mau, bertepatan dengan waktu solat subuh tiba, yasudah sekalian saja menunaikan ibadah. Sakit kepala masih sangat terasa di pangkal paha belakang, mungkin tekanan darahku naik lagi, pikirku dalam hati. Tak om lama kemudia seorang suster menghampiriku dengan membawa alat test PCR, wah pasti sakit pikirku, ternyata suster ini beda, lebih halus perlakuannya terhadapku, gak terasa sakit seperti hari kemarin. Sambil memberikan obat antivirus dan sebagainya untuk kuminum setelah sarapan, namun sarapan tak kunjung datang hingga seorang suster datang kembali dan mengatakan akan melepas selang infus kalau aku akan pulang sehingga akan dilepas.


Tak lama kemudian seorang perugas makanan mengantarkan makanan pagi untukku, karena samgat lapar dan harus minum obat maka segera kusantap sarapan paginya, terlihat nasi putih dengan ayam kuah coklat, setelah selesai kuminum semua obat yang sudah diberikan oleh suster tadi. Aku berencana untuk mandi namun kamar mandi masih dibersihkan oleh petugas kebersihan, sambil menunggu selesai dibersihkan seorang bruder menghampiri kamarku kalau jam 9 nanti akan diantar keruang rontgent, namun dia berkata jika ingin siap siap dan mandi dulu silahkan akan ditunggu, saya bergegas untuk mandi dan merapikan tempat tidur dan semua barang bawaan ku, karena hari ini adalah hari terakhir aku rawat inap di Rumah Sakit ini.

Sambil menunggu pasien lain, aku menaruh semua barang bawaan kekamar istriku dan seraya ngobrol sambil menunggu pasien lain yang bersamaan dengan kami, jadwal rontgen dan jadwal pulangnya. Setelah semua pasien siap untuk turun, bruder tersebut membimbing kami menuju tempat x-ray, kami bergantian foto rontgen dada kami pasca perawatan. Setelah selesai kami kembali menuju ruang perawatan sambil menunggu kepulangan ditengah perjalanan, ada kejadian entah pengunjung, pasien, atau petugas terjebak di lift lt.2 kami melihat petugas sedang berusaha membuka manual lift tersebut, kami tidak melihat hingga evakuasi karena bruder sudah menunggu kami untuk segera kembali ke ruang perawatan.

Sesampainya diruang perawatan, dan merapikan kembali barang bawaan kita, 2 orang suster membawa kursi roda untuk membantu bawaan kami ke lobby RS untuk pulang, sesampainya di ruang administrasi, kami diberikan hasil PCR kemarin, hasil rontgent pra perawatan, dan sebungkus obat minum yang akan kami bawa selama 5hari kedepan perawatan mandiri dirumah. Dan administrasinya bilang jika ingin tahu hasil PCR hari ini dan hasil rontgen, bisa menghibungi call centre rumah sakit. Dan akhirnya kami menuju parkiran dan segera pulang serta berpamitan dengan pasien lain yang kebetulan pulang bersamaan.

Demikian cerita hari terakhir kami di RS, dengan harapan akan selalu sehat, dan terbebas dari virus korona yang menyerang kami. Dan inilah kisah kami. Terimakasih telah membaca. Sampai Jumpa!