Kurang nyenyak tidurku semalam, entah ruangan terlalu dingin karena pendingin ruangan, atau tidak tidur berdampingan dengan istri ;) yang jelas aku terbangun 2 kali sebelum subuh tiba. Sakit kepala juga sudah mulai tidak aku rasakan seperti hari sebelumnya. Bergegas ku ketoilet dan mengambil air wudu kemudian melakukan solat. Setelah itu kucoba chat whatsapp istriku di kamar sebelah, centang satu, ah mungkin sedang solat atau sedang ditoilet atau sedang tidak dapat signal ponsel pikirku, akhirnya kucoba untuk memejamkan mata kembali, belum juga merem terdengar suara suster membuka hordeng kamarku dan menayakan nama dan bertanya apa keluhan yang ku alami, kujawab tidak ada keluhan sus kemudian suster tersebut ukur tekanan darahku, suhu tubuh, dan saturasi oksigen seperti biasanya. Karena selang infus pada punggung tangan saya lepas, saya minta tolong suster tersebut untuk manggantinya, entah bagaimana tidurku semalam sehingga jarum yang menempel ditanganku bisa lepas :)
Terdengar nada dering chat whatsapp dari istriku ternyata dia baru bangun setelah suster membangunkannya untuk memerikasa tekanan darah dll. Kemudia ia melanjutkan chat nya menyatakan kalau ia juga mengalami hal yang sama seperti yang ku alami yaitu terbangun dimalam hari sehingga terlambat bangun.
Perut mulai keroncongan, sarapan pagi pun belum tiba akhirnya aku memakan kurma di meja samping ranjang yang dikirim teman beberapa hari lalu, tak lama kemudian datanglah makanan berupa nasi tim bercampur jagung dan diatasnya diberi suwiran ayam. Notifikasi chat whatsapp kembali berbunyi dan istriku mengajak aku berjemur di jendela ruangan nya, kudatang ke kamarnya dan kami berjemur bersama di balik jendela. Kurang lebih 15 menit kami berjemur, karena harus gantian dengan pasien lain, hanya ruangan ini yang terdapat matahari bersinar cerah.
Setelah berjemur beberapa menit, aku kembali ke ruanganku untuk mandi. Kamudian makan sarapan yang sudah tersedia sebelum aku berjemur. Setelah itu, aku minum obat yang telah diberikan suster pagi tadi. Tidak sebanyak biasanya, hanya 3 butir pil saja yang diberikan padaku pagi ini.
Sekitar pukul 9 pagi kepala mulai sakit, aku mencoba untuk mengistirahatkan nya, sekitar 2 jam saya tidur. Sekitar jam 11 istriku mendatangi ruanganku dan mengatakan kalau dia lapar, ada sari gandum coklat bisa km makan, kemudian ia makan bersama denganku diranjang berdua. Sakit kepla sudah tidak kurasakan, kemudian datanglah makan siang, istriku kembali keruangannya dan membawa sari gandum itu, akhirnya akupun makan, makan siang hari ini adalah nasi dengan sayur labu siam telur rebus ikan bumbu coklat dengan sepotong tempe goreng serta sepotong buah melon.
Sambil menunggu obat siang, kami mengobrol di lorong diantara ruanganku dan ruangan istri, terdapat sofa kecil disamping dispenser, layaknya pecaran backstreet kami pacaran diluar ruangan ;) kemudian datanglah suster pembawa obat siang, akhirnya kami kembali ke kamar masing2 dan menunggu suntikan vitamin dan obat minum.
Aku mencoba memejamkan mata kembali di ranjang. Mungkin aku tidur tidur ayam sambil main sosial media instagram, waktu berjalan begitu cepat, tiba-tiba suster memanggil namaku untuk dilakukan pengukuran tekanan darah dan sebagainya, Sekitar jam 3 sore istri mengatakan kalau pesanan salad ku sudah dalam perjalanan, sambil menunggu, kami video call anak solahah yang sekarang ada dirumah bersama nenek kakeknya, kami berdua kangen pasti, dan aku ingin mendengar suaranya dan ingin mendengar ceritanya, karena sebelumnya istri telah video call dan menanyakan "ayah mana?" Setelah kutanya padanya kenapa nyariin ayah, dia hanya menjawan pengen ngobrol aja sama ayah, anak kesayangan ayah membuat ayah terharu, ayah sayang kamu ;)
Setelah menunggu lama, akhirnya datang juga pesanan kami, diantar oleh suster berpakaian hasmat menuju ruangan istri, dengan lahap kami memakan pesanan kami tersebut, aku memesan salad, istri memesan pasta. Kami menghabiskan makanan tersebut bersama hingga sekitar jam 5 sore, kukembali ke ruanganku karena ia belum solat ashar. Sesampainya di ruanganku sudah tersedia makan malam, ku tengok menu nya yang nampak dari plastik transparan itu adalah nasi, dengan telur dadar, potongan tahu, kentang dadu, dan daging bumbu cokelat, acar wortel dan timun serta sepotong pepaya. Berhubung perut masih kenyang jadi akan aku makan setelah magrib saja.
Beberapa saat setelah makan malam, tetangga sebelah berpapasan dengan aku saat aku mau buang sampah bekas makan, dia menyatakan "tumben obatnya blm datang" , kemudian kujawan "mungkin jam 7 atau jam 8 kali mas", selang benerapa saat patugas pemberi obat datang, dan aku kesakitan saat di injeksi antibiotik dua suntikan ke tanganku, nyeri dingin gimana gt, pelan pelan sus, istirahat bentar ya, suster mengikuti instruksiku agar aku tidak kesakitan, antivirus dan beberapa obat lain yang telah tersedia di plastik klip bertuliskan nama dan nomer rekam medis itu aku minum semua.
Terkesan biasa aja dan kurang seru sih hari ini. Tapi mungkin ini hanya sebatas cerita yang sudah aku alami seharian ini, aku dan istriku, sudah mulai sehat kembali, tinggal nunggu kapan jadwal dilaksanakan swab PCR dari Rumah Sakit dan kami menunggu hasil Negatif. Terimakasih telah membaca. Sampai jumpa!