Mungkin ungakapan tersebutlah yang langsung terlintas dibenak saya ketika bertemu dengan seorang penyanyi dangdut senior sebut saja Caca Handika. Lagu populer yang pernah saya dengar memang hanya lagu itu saja, entah berapa album yang sudah dia jual dipasaran dan laku berapa juta kopi saya kurang begitu mengikuti perkembangan musik dangdut.
Didalam beberapa situasi kesempatan saya sering jumpa dengan beliau, namun hanya waktu tertentu saja saya bisa selfie bareng, memang karena tidak sempat, dan ada beberapa hal yang harus saya lakukan berkaitan dengan pekerjaan saya. Seperti apa beliau dan sejauh mana hubungan sama para penggemarnya serta bagaimana perannya di industri musik dangdut di tanah air, mungkin pembaca lebih tau daripada saya, yang jelas selama berjumpa beliau asik, mudah berbaur dengan crew dan humoris, suka bercanda.
Semakin banyak makan asam garam kehidupan semakin rendah hati, itulah yang saya simpulkan dari beberapa kali perjumpaam dengan beliau, demikian catatan saya ketika berjumpa dengan beliau, semoga pembaca terinspirasi dengan catatan saya 😉