Kuliah Itu Katanya Nyata

@roniroeslan

Banyak kejadian yang terjadi di suasana ini, mulai dari pertemuan, perkenalan, persahabatan kisah asmara, kisah misteri hingga konflik terjadi. Kampus saya mengadakan program Kuliah Kerja Nyata atau sering disebut KKN setiap tahunnya, dan kebetulan tahun ini diadakan di desa yang lumayan agak jauh, dan medan susah ditempuh dari tempat dimana kita biasa kuliah dan melakukan aktivitas sehari - hari. Ini merupakan tantangan yang harus saya hadapi dan saya jalankan jika ingin "Lulus" awalnya saya acuh tak acuh melaksanakan program ini. Namun karena saya membutuhkan selembar kertas yang bisa digunakan melamar pekerjaan alias ijazah, jadi saya harus mengikuti program itu mau tak mau.

Meskipun satu kampus kita belum saling mengenal antara satu dan yang lainnya, hanya yang satu jurusan atau satu kelas saja yang saya kenal waktu itu, karena program ini terpadu jadi kelompok di acak dari berbagai fakultas dan jurusan yang ada di kampus. Kita dipertemukan dalam satu ruangan jumlah kita sekitar dua puluh mahasiswa yang akan berangkat ke desa lokasi KKN. Sebelum membahas apa yang akan kita lakukan disana nanti, kita basa-basi terlebih dahulu termasuk kenalan lirik sana lirik sini siapa tau ada yang bisa dijadikan "teman" di lokasi nantinya. Pejabat struktural seperti ketua, dan jajarannya sudah terpilih, karena kita terdiri dari berbagai fakultas dan jurusan, program yang akan kita laksanakan disana cukup banyak juga sehingga pertemuan di gedung itu cukup lama.

Tibalah saat program berlangsung, pejabat kampus seperti rektorat dan jajarannya membuka program di lokasi KKN. Beberapa pejabat desa pun ada di lokasi untuk menerima secara simbolis mahasiswa yang akan tinggal selama sebulan di lokasi tersebut. Setelah upacara selesai kita langsung menuju rumah dimana kita akan tinggal. Rumah yang bercirikhas pedesaan, luas, nyaman, rumah itu ditempati oleh pasangan suami istri tiga anak dan satu nenek, kita berkenalan dengan semua penghuni rumah. Mereka cukup baik, ketika kami datang sudah disediakan beberapa makanan dan minuman penyambutan. Mereka menyediakan beberapa ruangan untuk mahasiswa tidur disebelah depan untuk mahasiswi, dan ruangan belakang untuk mahasiswa, serta satu ruangan luas yang bisa kita gunakan untuk evaluasi setiap harinya atau bisa digunakan untuk surat menyurat atau administrasi.

Hari berganti hari, suasana semakin nyaman ketika diantara kita sudah saling mengenal dan mengerti satu sama lain dan kebaikan keburukan setiap anggota, sehingga kita bisa saling melengkapi dalam setiap program yang kita jalankan di desa tersebut. Yang tak kalah menarik adalah karena hampir setiap hari bertemu dan bergaul bersama, sehingga ada beberapa yang mengalami cinta lokasi disana saat itu, dan banyak tragedi yang terjadi, mungkin akan saya ceritakan di kesempatan lain. Namun yang jelas setiap mahasiswa yang mengalami KKN pasti punya kenangan tersendiri. Dan yang saya alami ini adalah kenangan yang sangat berkesan.

Isak tangis dari anak-anak serta remaja desa itu pecah juga akhirnya ketika kita harus meninggalkan lokasi KKN. Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, dan itu yang membuat mereka sedih, selama sebulan kita sudah belajar bersama mereka dan sebagainya termasuk bermain. saling memberi dan saling menerima, itulah yang kita lakukan disana sehingga mereka ada ketertarikan emosional dengan kita. Terimakasih atas apa yang sudah dilakukan mereka terhadap kita dan apa yang kita lakukan terhadap mereka. Pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan.



@roniroeslan 

Ingin rasanya bernostalgia saat bersama mereka, mungkin disuatu kesempatan bisa berjumpa dan bercerita kembali. Apalagi bertemunya di tempat dimana kita membuat kenangan itu, pasti akan menyenangkan :)