Keputusan untuk meninggalkan kota kelahiran adalah hal yang sangat berat, apalagi saya harus tinggal terpisah dengan orang tua. Namun ketika hal tersebut sudah menjadi sebuah keinginan atau cita-cita atau harapan, lain lagi ceritanya, seperti yang saya alami berikut ini.
Modal nekat, mungkin itulah sebutan yang paling tepat untuk saya waktu itu. Berdasar ijin dari orang tua, sahabat dan surat keterangan lulus dari kampus, saya memberanikan diri ke kota yang saya anggap besar dan kejam, sebut saja Jakarta, dengan segala keindahan dan segala permasalahannya.
Modal nekat, mungkin itulah sebutan yang paling tepat untuk saya waktu itu. Berdasar ijin dari orang tua, sahabat dan surat keterangan lulus dari kampus, saya memberanikan diri ke kota yang saya anggap besar dan kejam, sebut saja Jakarta, dengan segala keindahan dan segala permasalahannya.
Berbicara masalah tempat tinggal, ada beberapa orang sahabat yang sangat baik sebut saja Yobbi, Frieza, dan Hari, mereka memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa beradaptasi dengan kota ini hingga saya bisa bertahan sampai sekarang ini.
Banyak hal yang telah kita lakukan dikontrakan kita berempat salah satu yang ter-capture bisa kalian semua lihat. Ketika waktu bersama kita isi dengan main kartu, kalau kalah mencoret muka lawan dengan bedak campur tepung dan campur garam sehingga tidak nyaman diwajah, namun itulah permainan.
Namun kini kami telah berpisah, menentukan hidup masing-masing. Ada yang tetap dikota Jakarta dan ada yang kembali ke kampung halamannya masing-masing. Kenangan yang telah kita lalui tidak akan pernah saya lupakan. Karena kalian adalah sahabat terbaik saya, mohon maaf jika saya belum bisa menjadi sahabat terbaik kalian, tapi dengan adanya tulisan ini semoga bisa menginspirasi pembaca. Terimakasih atas segala pengalaman yang telah kita lalui bersama. Salam hangat sahabat.
