Pertemuan Pertama pada 3 Mei 2011
Pertemuan pertama saya dengan Bunda Ifet terjadi pada tanggal 3 Mei 2011. Saat itu saya masih berstatus karyawan probation di Trans TV dan bekerja sebagai Sound Engineer. Pada kesempatan tersebut, saya bertugas di area floor studio, atau yang sering disebut sebagai runner.
Tugas saya cukup sederhana tetapi penting, yaitu memastikan setiap bintang tamu yang akan tampil dalam siaran televisi secara langsung (live on air) telah menggunakan clip-on microphone. Perangkat tersebut berfungsi untuk menangkap suara dengan jelas sehingga setiap ucapan narasumber atau bintang tamu dapat terdengar dengan baik oleh pemirsa di rumah.
Di tengah kesibukan persiapan siaran, saya mendapat kesempatan untuk membantu Bunda Ifet memasang microphone sebelum beliau tampil di depan kamera.
Kesan Pertama yang Sangat Baik
Meski pertemuan kami berlangsung singkat, kesan yang saya dapatkan sangat positif. Saat memberikan microphone dan menjelaskan tata cara penggunaannya, Bunda Ifet menunjukkan sikap yang sangat ramah, sopan, dan menghargai orang lain.
Dengan penuh ketenangan, beliau mendengarkan penjelasan yang saya sampaikan. Setelah saya selesai menjelaskan, beliau menjawab dengan lembut:
"Baik, Mas. Terima kasih ya."
Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi cara beliau mengucapkannya memberikan kesan yang hangat dan menenangkan. Sebagai seorang yang saat itu masih baru bekerja di dunia pertelevisian, saya merasa dihargai dan nyaman saat berinteraksi dengan beliau.
Menurut pandangan pribadi saya, ketenangan yang dimiliki Bunda Ifet kemungkinan terbentuk dari pengalaman panjangnya yang sering tampil di televisi dan berhadapan dengan berbagai situasi publik. Pembawaannya terlihat tenang, percaya diri, namun tetap rendah hati kepada siapa pun yang ditemuinya.
Kenangan yang Tetap Tersimpan
Tidak semua pertemuan harus berlangsung lama untuk meninggalkan kesan mendalam. Kadang, interaksi yang hanya berlangsung beberapa menit justru mampu menunjukkan karakter seseorang yang sebenarnya.
Dari pertemuan singkat tersebut, saya melihat sosok Bunda Ifet sebagai pribadi yang baik, ramah, dan santun. Sikap beliau menjadi salah satu pengalaman yang masih saya ingat meskipun telah berlalu lebih dari satu dekade.
Doa dan Penghormatan Terakhir
Setelah menerima kabar duka dari berbagai media sosial dan pemberitaan, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk almarhumah.
Semoga segala amal baik beliau diterima oleh Allah SWT, segala kesalahan diampuni, dan semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Bagi saya pribadi, Bunda Ifet adalah sosok yang baik dan meninggalkan kesan positif yang tidak mudah dilupakan.
Selamat jalan, Bunda Ifet. Terima kasih atas keteladanan dan keramahan yang pernah Anda tunjukkan, bahkan dalam pertemuan yang begitu singkat.
Bagaimana menurut teman-teman? Apakah kalian juga memiliki kenangan atau kesan tersendiri tentang Bunda Ifet? Silakan berbagi cerita dan berdiskusi di kolom komentar.
.jpg)